Jumat, 22 Februari 2013

Pernikahan Muda (tanda kutip "muda'')

Telly Apple (Saya) baru menikah 5 bulan lebih, namun pengalaman dari hari ke hari merupakan Guru sekaligus Advisor terbaik dalam menjalani pernikahan (dan dalam segala hal tentunya baik dalam pekerjaan Anda, kehidupan sosial Anda, persahabatan Anda atau bahkan untuk hubungan kekeluargaan).

Berbicara kembali perihal Pernikahan, ya.. melewati masa "pernikahan yang muda" adalah tidak mudah, tapi juga tidak sulit jika kita mau mentoleransi beberapa hal dalam pernikahan.

Ibarat gulai, banyak bumbu yang mendeskripsikan setiap rasa sebagai pasangan dalam rumah tangga. Faktor Internal dan faktor eksternal mempengaruhi komunikasi, intensitas tatapan mata, suasana hati, pola cerna pemikiran, perubahan sudut pandang, standard kompromi, dan lain sebagainya.

Setiap kebahagiaan maupun kesedihan membutuhkan usaha untuk bisa didapatkan. Aneh terdengar untuk Anda jika ada kesedihan yang diusahakan? Namun saya telah melaluinya, berkali-kali, berulang-ulang dengan tema persoalan yang berbeda-beda. Mulai dari keinginan memiliki buah hati, masalah membela keluarga, adanya fans suami/isteri dari lawan jenis, dan sampai berpikir keinginan menjadi wanita super di rumah tangga.

Berusaha mengelola rumah tangga yang sempurna adalah impian dari setiap wanita agar sukses menjadi isteri, ibu, sahabat, partner, adik dan takeline sosok lainnya yang mewakilkan kata super.
Berharap memiliki rumah tangga yang rohani turut menjadi doa saat masih single, namun setelah menikah ternyata tekanan usia yang masih produktif membuat kita turut mentoleransi banyak hal termasuk toleransi cara beribadah.

Jika kita mencari-cari jawaban dari setiap permasalahan peran isteri dan manajemen rumah tangga, maka tidak ada text book yang bisa dijadikan pedoman (menurut saya), sebab setiap rumah tangga terdapat peraturan, ketentuan dan gaya hidup yang berbeda.  Pendapat saya, kuncinya adalah pada diri sendiri dan pasangan. Selama masih ada kata saling yang konteksnya positif maka setiap permasalahan pastilah dapat dilalui.

Pernikahan adalah agar tidak dititik-beratkan pada masalah mulai dari kecil hingga besar, namun dititik-beratkan sikap dan pemikiran positif (saling percaya, saling peduli, saling melindungi, saling menguatkan, saling merangkul, saling mendukung, dan saling-saling yang baik lainnya) serta cobalah untuk selalu melibatkan Tuhan disetiap hari-hari kita sebagai suami dan isteri.

Saya bukanlah orang yang ingin mengurui apalagi mengajari, hanyalah ingin berbagi dan sedikit (semoga bisa) mengingatkan bahwa pentingnya agar kita tidak me"rangking-satu"kan ego kita (you are smart, you are beautiful, mrs. true, etc) untuk menghadapi rumah tangga kita.

Sekali lagi saya bukan guru dan pengajar rumah tangga, karena Guru dan Pengajar yang terbaik untuk menghadapi (juga menjalankan) rumah tangga yang baik adalah Pengalaman.
Adapun SKS Rumah Tangga yang saya dapatkan setiap hari adalah Belajar dari kesalahan, berpikir sebelum bertindak, mendengar sebelum berbicara, tenang sebelum panik, dan berdoa sebelum terlambat.

Saya turut mendoakan pernikahan kita semua sukses dan bahagia.




Cheers,
Telly Apple





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar